Seandainya Giant Takeshi Gaouda Presiden RI




Presiden dengan tubuh gempal, suara menggelegar, kalau nyanyi bikin telinga sakit, ngak suka kritik. Bagaimana kalau Giant Takeshi Gaouda jadi presiden?

 

Giant Takeshi Gouda adalah salah satu karakter di serial animasi Doraemon yang familiar di era 90 an. Karakternya yang keras, suka membully dan sangat narsis bila berhubungan dengan hal bernyanyi.

Bayangkan jika sosok seperti Takeshi Gouda ini menjadi presiden di negara kita. Berkarakter keras seperti seorang tentara, teman – temannya harus patuh jika sudah bermain dengannya, dan jika ia bernyanyi dan berpidato selalu saja orang tak suka.

 

Kebijakan Otot

 

Sekali lagi Takeshi Gaouda atau Giant ini adalah sosok yang sangat kuat, entah itu fisik dan juga suaranya yang menggelegar. Seandainya si Giant ini menjadi seorang presiden kebijakan yang diterapkan pastilah kebijakan yang lahir dari karakternya yang keras.

Kebijakan Otot, ngak ada perundingan – perundingan di meja sidang PBB misalnya. Jika negara tetangga tidak suka dengan kebijakannya, maka ngak ada jalan tengah, balik badan langsung kirim surat ke negara tetangga, “Besok kita selesaikan di lapangan, atau negaramu aku acak – acak.” Prinsip yang tegas.

Kebijakan ini pasti erat kaitannya dengan prinsip militer, seandainya Giant jadi presiden pasti alokasi dana negara diprioritaskan ke sektor pertahanan. Kebijakan otot harus digalakkan, setiap kecamatan sampai kelurahan diwajibkan memiliki gym, pusat latihan kebugaran. Rakyat harus kuat agar tidak mudah dibully negara lain.

 

Kebijakan Peduli Telinga

 

Pemerintahan Takeshi Gaouda pasti akan mengatur rakyatnya untuk patuh dan peduli bila dirinya sedang/akan berpidato. Bukan tanpa sebab ia membuat kebijakan seperti ini, ia sadar suaranya pasti tidak enak, fals. Untuk berpidato saja ia terkadang menyampaikan hal – hal yang blunder, apa yang muncul di kepalanya saat pidato menjadi kebijakan dadakan, ia paham masalah itu. Oleh karenanya kebijakan Peduli Telinga memaksa para rakyat untuk patuh mendengarkan pidatonya, yang kemudian di akhir pidato ia pasti akan bernyanyi untuk menghibur rakyat yang sudah lelah.

Kebijakan ini tentu wajib, jika ada rakyat yang diketahui tak mengindahkan kebijakan ini, pasti akan dihukum, dianggap makar, lawan politik, harus dihukum membersihkan WC istana negara.

 

Barangmu adalah barangku

 

Ngak ada kebijakan ekonomi yang memberatkan seperti kenaikan PPN 11%.  Di sektor ekonomi Giant akan menerapkan “pinjam barang.” Kalian punya lahan berhektar – hektar harus dipinjamkan ke negara dan ngak tahu kapan akan dikembalikan. Negara punya hak menggunakan lahanmu, entah itu ditambang atau ditanami sawit. Hasilnya juga ngak tahu apakah akan dibagi atau selesai pakai lahanmu akan dikembalikan dalam keadaan gersang tanpa bisa diolah kembali.

 

Di lain sisi, kebijakan luar negeri pun akan sangat mencekam. Berpotensi mengalami gejolak geopolitik kawasan. Bayangkan di Malaysia ada tambang minyak, dan dengan tenangnya Giant memberlakukan politik luar negerinya “pinjam dulu” tanpa memedulikan keamanan negara sendiri.

 

Kurikulum Bullying

Ngak ada makan bergizi gratis yang digagas untuk program di dunia pendidikan. Kurikulum di sekolah akan diganti dengan kurikulum bullying. Kamu boleh ngak pintar Matematika, Bahasa Inggris, Biologi, tapi kamu harus bisa dan mahir membully teman – temanmu. Ketangkasan pasti dinomorsatukan, jika kamu ngak bisa membully minimal kamu jago main baseball, lari, karate, segala olahraga.

Dari sisi mental anak – anak memang memiliki mental yang kuat. Namun, di sisi akademik negara kita pasti akan menjadi negara dengan tingkat literasi terbawah.

 

Kabinet

 

Menteri keuangan pasti diisi si moncong biadab Suneo. Giant sengaja memilih Suneo pasti karena si Suneo kaya. Dalam pikiran Giant, sosok sahabatnya ini pasti terbiasa mengatur keuangan, oleh karenanya tepat sekali kalau Suneo ini ditempatkan di posisi sebagai menteri keuangan.

Namun, alih – alih mengatur keuangan negara, Suneo tahunya hanya memamerkan kekayaan bangsa. Kanda Suneo akan mempersilakan para investor luar untuk mengeruk kekayaan alam kita untuk kepentingan dirinya sendiri.

Apesnya si Nobita, pasti akan dijadikan menteri Sosial. Bencana alam, kelaparan, kesejahteraan, gizi buruk, semua dilimpahkan ke Nobita. Ia akan jadi menteri pesakitan, kalau ada penanggulangan bencana yang belum selesai maka Nobita yang disalahkan, jargon negara apabila terjadi krisis atau pandemi, “ini pasti salah Nobita.”

 

Pemimpin yang hanya mengandalkan fisik dan kekuatan terkadang hanya menimbulkan chaos. Giant jadi presiden akan membuat rakyat sengsara secara kolektif. Bayangkan saja setiap sore harus mendengarkannya bernyanyi di lapangan terbuka, atau wajib dengar di kanal youtube kenegaraan.

Punya presiden yang bisa nyanyi itu biasa, namun punya presiden yang suaranya menggelegar di podium saat pidato dan meruntuhkan negaranya sendiri, itu bencana nasional.

Posting Komentar untuk "Seandainya Giant Takeshi Gaouda Presiden RI"