Asam Urat dan Politik Indonesia Saat Ini

 


Buatan AI


Sumpah kalau kalian hidup di Indonesia sekarang tolong jangan terkena asam urat, bahaya!

Beberapa minggu yang lalu saya mengalami demam, dan kaki tangan di bagian sendi terasa kaku. Ruas jari sakit, menggenggam terasa nyeri. Karena saya biasa mendengar Mama Gufron berbahasa semut, jadi saya tidak percaya kalau yang saya alami hanya kesemutan. Lantas saya ke apotek untuk mengecek kadar asam urat yang ada pada tubuh.

Sungguh luar biasa, setelah saya cek kadar asam urat saya menyentuh angka 8,5. Pencapaian yang sangat gemilang di era awal pemerintahan Prabowo ini untuk capaian pribadi saya khususnya. Saya kaget, sebab selama ini tak pernah asam urat, paling kesemutan aja. Singkat cerita sampai tulisan ini saya tulis, kadar asam urat  sudah turun menjadi 5,6. Namun, inti tulisan ini justru baru dimulai kawan.

 

Rupiah anjlok kadar asam urat melonjak

Tolong kalian jangan asam urat untuk kondisi Indonesia saat ini, bisa gawat kawan. Rupiah anjlok bikin mumet, harga – harga jadi melambung tinggi. Hal ini lalu menimbulkan rumus ekonomi baru bagi pengidap asam urat, semakin rendah nilai rupiah terhadap dolar, maka semakin tinggi kadar purin dalam tubuh akibat stres memikirkan ekonomi negara.

Pemerintah sibuk kompres ekonomi dengan berbagai kebijakan, kita malah sibuk kompres sendi dengan es batu.

 

BBM hampir naik

Ada isu BBM naik, dan pertamax memang naik. Pemerintah malah mengusulkan  masyarakat untuk beraktivitas  dengan jalan kaki. Kalau mau membuat budaya sehat seperti orang Jepang, tolong buatkan dari zaman dulu, bukan dadakan semenjak harga minyak dunia naik.

Kan, kasian saya yang terkena asam urat, jalan kaki jadi ringkih, melangkah saja jadi perhitungan, sebab telapak kaki rasa ditusuk paku. Alih – alih membudayakan jalan kaki sehat, eh malah bikin asam urat kambuh, bisa – bisa digotong ambulans. Bukannya hemat malah masuk rumah sakit.


Presiden anti kritik vs kaki saya yang kesemutan

Kalian pikir presiden  aja yang kalau disenggol dikit langsung marah, ngegas macam RX King tes oli baru. Saya juga cuy, saya pengidap asam urat kalau mulai kesemutannya datang nyeri, kalau kesenggol aja bikin adu jontos.

Kalau pemerintah punya UU ITE untuk membungkam rakyatnya yang kritis, saya rasa asam urat punya purin yang berguna untuk membungkam metabolisme tubuh kita.

 

MBG vs menu penderita asam urat

Seharusnya MBG itu juga diperuntukkan untuk kami yang terkena asam urat. Kami butuh makanan bergizi dan GRATIS. Sebab di saat kondisi ekonomi negara seperti ini, makanan paling tempe, tahu, padahal seperti yang kita tahu, makanan itu adalah musuhnya para penderita asam urat. Jadi wajar jika saya juga seharusnya mendapatkan jatah MBG tersebut.

Sebab saya ngak mau mereka yang sehat makanannya enak, sehat dan bergizi, sedangkan saya yang menderita sam urat hanya kebagian rebusan daun salam.

 

Harga emping dan harga diri pejabat

 

Pergi ke pasar bingung, bukan karena bingung mau sayur apa, lauk apa. Uangnya yang tidak cukup! Barang – barang serba naik, cabe naik, timun naik, sawi, ikan, ayam. Belanja sekarang butuh kecerdasan buatan. Butuh AI, tanya dulu bagaimana membagi uang sedikit untuk menu irit. Tanya AI.

Untungnya harga melinjo dan emping ikutan naik, jadi ngak perlu harus kontrol beli olahan pemicu asam urat. Sawi, bayam juga, apalagi tempe tahu yang katanya ikutan naik akibat impor.

Menghindari emping itu mudah, yang sulit menghindari inflasi.

 

 

Posting Komentar untuk "Asam Urat dan Politik Indonesia Saat Ini"