Monolog Dak Kudak
Dak Kudak
Oleh : Dodi
Goyon
Seorang lelaki
paruh baya, bersandar di samping pohon tengkawang besar.Napas terengah – engah.
Malam Hari
Kalau saja saat itu
aku tolak jabatan dari sang putri, mungkin aku tak akan pernah lari malam–malam
begini. Apa guna jabatan besar, tapi membuat hati terasa kecil?
Waktu memang tidak
bisa diputar balik, aku sudah lari malam ini, sudah lelah, orang di istana
sekarang mungkin sedang mencari aku.
video lengkap pembacaan monolog
Klik gambar

Posting Komentar untuk "Monolog Dak Kudak"